Lompat ke konten utama

Edisi

Edisi — 18 December 2024

36 berita

Edisi ini menampilkan berita pada tanggal 18 December 2024, diurutkan menurut nomor halaman koran (1–12).

November 2023

Kalender edisi November 2023. Tanggal tanpa berita ditandai merah dan tidak dapat dipilih.
Sen Sel Rab Kam Jum Sab Min
1 November 2023 2 November 2023 3 November 2023 4 November 2023 5 November 2023 — tidak ada edisi
6 November 2023 7 November 2023 8 November 2023 9 November 2023 10 November 2023 11 November 2023 12 November 2023 — tidak ada edisi
13 November 2023 14 November 2023 15 November 2023 16 November 2023 17 November 2023 18 November 2023 19 November 2023 — tidak ada edisi
20 November 2023 21 November 2023 22 November 2023 23 November 2023 24 November 2023 25 November 2023 26 November 2023 — tidak ada edisi
27 November 2023 28 November 2023 29 November 2023 30 November 2023

Ada edisi Tidak ada edisi

WAHYU PRAKOSO SOLO—Menteri Koordinator (Menko) Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewila­yahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) memas­tikan kawasan simpang Joglo bisa digunakan selama periode Natal 2024 dan Tahun Baru 2025 (Nataru). Hal itu disampaikan AHY kepada wartawan ketika melakukan kunjungan kerja (kunker) di Terminal Tirtonadi, Solo, Selasa (17/12/2024). AHY melakukan kunker bersama Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi. “Prinsipnya simpang Joglo Solo [Rel Layang Joglo] sudah difungsikan, sudah digunakan namun belum diresmikan. BERSAMBUNG ke Hal. 8 [Sambungan dari hal 1] Apakah dalam waktu dekat bisa diresmikan yang jelas bisa digunakan dengan baik, termasuk Underpass Joglo,” jelas dia. Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Solo Taufiq Muhammad menjelaskan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Jawa Tengah-D.I. Yogyakarta menjanjikan Underpass Joglo akan dibuka 20 Desember 2024. Namun belum ada informasi lebih lanjut sampai sekarang. “Akan dibuka fungsional, fungsional seperti apa belum ada informasi lebih lanjut. Saya yakin sebelum Natal dibuka, kontrak pembangunan Underpass Joglo sampai 20 Desember,” jelas dia. Menurut dia, ada tiga lapis jalur pada simpang Joglo, yakni rel layang, kawasan bagian tengah, dan underpass. Rel layang dipastikan bisa digunakan kereta api selama Nataru. “Fungsional jalan apakah yang tengah atau underpass. Kami menunggu Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional,” papar dia. Sebelumnya Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 3.5 Jawa Tengah Balai Besar Pelaksana Jalan (BBPJN) Jateng-DIY, Emy Eko Setyowati, dalam jawaban tertulis merespons pertanyaan Espos, Rabu (11/12/2024) menjelaskan proyek pembangunan jalan lintas bawah atau Underpass Joglo di Simpang Joglo, Banjarsari, Solo, sudah hampir kelar. Saat itu perkembangan pengerjaan proyek berbiaya Rp312 miliar itu mencapai 96%. Emy mengatakan pengerjaan yang saat ini sedang dilakukan adalah pekerjaan konstruksi underpass tertutup, penataan bundaran, dan landscaping. Dia mengaku kendala yang dihadapi dalam pembangunan Underpass Joglo adalah cuaca yang tengah memasuki musim hujan. Sehingga sisa pekerjaan harus dioptimalkan dengan mengantisipasi curah hujan yang tinggi. Ditanya kapan underpass bisa dilalui kendaraan, dia menjawab masih perlu dilakukan Audit Keselamatan Jalan (AKJ) setelah 20 Desember 2024. “Pelaksanaan pekerjaan Underpass Joglo sampai dengan 20 Desember 2024, namun untuk fungsional lalu lintas Underpass Joglo dilakukan setelah Audit Keselamatan Jalan,” terang dia. Soal permasalahan banjir di kawasan simpang Joglo se­perti yang terjadi di Kampung Sam­birejo RW 001, belum lama ini, menurut Emi, tidak terselesaikan bila hanya dengan pekerjaan drainase pada paket pembangunan Underpass Joglo. Sebab, wilayah Joglo merupakan titik terendah. “Harus didukung program penanganan lanjutan dari setiap pemilik kewenangan jalan baik di lingkup jalan provinsi, jalan kota maupun drainase di rumaja [ruang manfaat jalan] kereta api,” jelas dia. Belum rampungnya Underpass Joglo, Solo, ini membuat jalan-jalan kampung di sekitarnya masih ramai dilalui kendaraan. Beberapa jalan kampung juga tampak mengalami kerusakan akibat volume lalu lintas ken­daraan yang tinggi. Sebagai informasi, terdapat dua proyek di simpang Joglo, yakni rel layang yang dibangun Kementerian Perhubungan dan Underpass Joglo yang dibangun Kementerian Pekerjaan Umum. Emy menyebut sepanjang dinding Underpass Joglo dihiasi ornamen yang mempertahankan kearifan lokal dengan tema Kembang Edi Peni. Kembang Edi Peni, lanjut Emy, menggambarkan unsur tumbuhan dan bunga sebagai motif batik Solo pada umumnya yang mana dalam budaya Jawa memegang peranan sangat penting dalam sisi kehidupan masyarakat yang mencerminkan sisi keberagaman kultur masyarakat Solo. Yang tidak kalah menarik, kata Emy, ialah pada area lanskap Underpass Joglo bakal menjadi ruang terbuka hijau dengan penanaman 300 pohon dengan konsep dataran luas. “Panjang total Underpass Joglo dengan jalan pendekatnya adalah 1.025 meter, terdiri dari panjang struktur underpass 450 meter dan panjang underpass tertutup 90 meter,” jelasnya. (Candra Septian Bantara)

Utama ·