TAUFIQ SIDIK PRAKOSO KLATEN—Kontestasi pilkada di sejumlah wilayah Soloraya makin menggairahkan dengan sudah munculnya penugasan resmi dari pengurus partai kepada sejumlah tokoh untuk maju sebagai calon kepala daerah. Dewan Pengurus Pusat (DPP) Partai Golkar misalnya, sudah menunjuk Yoga Hardaya untuk maju sebagai calon bupati (cabup) dalam Pilkada Klaten 2024. Ketua DPD II Partai Golkar Klaten itu kini terus menyosialisasikan diri sebagai cabup. BERSAMBUNG ke Hal. 10 [Sambungan dari hal 1] Yoga yang juga Wakil Bupati Klaten ini saat berbincang dengan Espos, Senin (8/4/2024), mengatakan sosialisasi serta konsolidasi di internal tetap diperkuat. Terkait niatan parpol di Klaten yang tergabung dalam Koalisi Indonesia Maju pada Pilpres 2024 untuk melanjutkan gerbong koalisi hingga Pilkada, Yoga menegaskan hingga kini koalisi masih kompak. Dia menjelaskan parpol di Klaten yang tergabung dalam koalisi itu semuanya berada di bawah koordinasi dengan pengurus tingkat provinsi dan pusat partai masing-masing. “Tidak bisa memutuskan sendiri,” jelas dia. Sementara itu, baliho bergambar Yoga dengan tulisan “Bakal Cabup Klaten” bertebaran di berbagai wilayah. Sebagian baliho berisi ucapan Selamat Idul Fitri. Yoga membenarkan baliho-baliho itu dipasang atas inisiatif para sukarelawan. Di Sukoharjo, pengurus DPD II Partai Golkar Sukoharjo resmi mengajukan Harjanto sebagai calon bupati (cabup) ke DPP Partai Golkar dalam Pilkada Sukoharjo. Ketua DPD II Partai Golkar Sukoharjo, Sardjono mengatakan telah mengajukan nama Harjanto sebagai cabup ke DPP Partai Golkar awal April. “Kami telah mengenalkan sosok Harjanto ke pengurus DPP Partai Golkar. Respons mereka bagus. Kalau bisa Partai Golkar menjadi partai pengusung bukan lagi partai pendukung dalam pilkada,” kata dia, Senin. Sardjono menjelaskan salah satu mekanisme di Golkar adalah survei untuk menakar tingkat elektabilitas dan popularitas masing-masing figur cabup-cawabup. Dalam waktu dekat, tim khusus dari DPP Partai Golkar bakal turun ke setiap daerah untuk mensurvei peta elektoral sekaligus elektabilitas. “Survei itu tidak hanya sekali, mungkin tiga kali dengan waktu yang berbeda-beda. Jadi, tergantung hasil survei nanti seperti apa karena wewenang pengurus DPP Partai Golkar,” ujar dia. Wakil Ketua DPRD Sukoharjo ini mengatakan sudah saatnya Partai Golkar menjadi partai pengusung cabup-cawabup dalam kontestasi Pilkada Sukoharjo. Namun demikian, Sardjono menyadari tak bisa mengusung sendiri pasangan cabup-cawabup dalam pilkada. Artinya, Partai Golkar mutlak harus berkoalisi dengan parpol lain untuk mengusung cabup-cawabup. “Di daerah berbeda dibanding pusat. Tergantung situasi, jika memungkinkan koalisi dengan partai di luar KIM [Koalisi Indonesia Maju], tidak masalah. Kami lihat dulu perkembangannya seperti apa,” ujar dia. Sardjono menambahkan telah menjalin komunikasi dengan dua parpol yang memiliki kursi di DPRD Sukoharjo yakni PKB dan Partai Nasdem. PKB diproyeksikan memiliki tiga kursi dan Partai Nasdem memiliki satu kursi di parlemen. “Tim kami sudah melakukan lobi-lobi politik. Insya Allah, untuk maju mengusung cabup-cawabup mininimal sembilan kursi sudah terpenuhi,” papar dia. Di Wonogiri, Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat Wonogiri, Wawan Haryono, saat dihubungi Espos, Senin, menyampaikan saat ini Partai Demokrat sudah mulai menjaring nama-nama yang akan diusung pada Pilkada Wonogiri 2024. Wawan menyampaikan setidaknya ada 12 nama tokoh yang masuk. Partai mengklasifikasi nama-nama tokoh itu menjadi tiga berdasarkan sepak terjang, pengalaman berpolitik, dan tingkat ketokohan di masyarakat. Saat ini Partai Demokrat sedang dalam masa penjajakan dan pendekatan dengan berbagai tokoh. Namun, Wawan masih enggan menyebutkan siapa saja tokoh-tokoh tersebut. Wawan mengaku Partai Demokrat sangat berhati-hati melangkah dalam menentukan siapa calon yang akan diusung. Partai akan mengkalkulasi koalisi partai pengusung cabup-cawabup Bupati mana yang bisa berdampak baik terhadap kontestasi Pemilu 2029 bagi Partai Demokrat kelak. Partai Demokrat bahkan tidak memprioritaskan untuk bergabung dengan partai lain termasuk partai yang tergabung dalam koalisi pendukung capres-cawapres Prabowo-Gibran saat Pilpres 2024. Ketua DPD II Partai Golkar Wonogiri, Bondan Sejiwan Boma Aji, mengungkapkan sampai saat ini belum ada nama yang pasti akan dicalonkan sebagai cabup-cawabup Wonogiri. Pihaknya juga berkomunikasi dengan partai lain. Ketua DPC Gerindra Wonogiri, Suryo Suminto, menyampaikan tidak ada instruksi khusus dari partai untuk berkoalisi dengan partai pengusung pasangan Prabowo-Gibran. Partai hanya mengarahkan cabup-cawabup yang diusung dan koalisi partai yang diikuti jangan sampai bertentangan dengan Pilkada Gubernur 2024. Hal itu karena Partai Gerindra bakal mengusung Ketua DPD Gerindra Jawa Tengah, Sudaryono, sebagai calon Gubernur Jawa Tengah pada 2024. Hal senada diungkapkan Ketua DPC PDIP Wonogiri, Joko Sutopo. Dia mengungkapkan PDIP Wonogiri belum membuka pendaftaran untuk penjaringan dan penyaringan cabup-cawabup Wonogiri 2024. Yang jelas, pihaknya akan membuka keran pendaftaran itu untuk eksternal maupun internal partai. “Kami belum membentuk panitia seleksi. Waktunya masih cukup panjang karena masa pendaftaran pasangan cabup-cawabup masih Agustus 2024. Kami tidak terburu-buru. Selain itu, kami juga terbuka untuk berkoalisi dengan siapa saja,” ujar dia. (Bony Eko Wicaksono/Muhammad Diky Praditia)
Utama ·
ADHIK KURNIAWAN SEMARANG—Masjid Raya Sheikh Zayed (MRSZ) Solo menjadi destinasi wisata yang menyedot kunjungan terbanyak kedua di Jawa Tengah selama libur Lebaran 2024. Hal ini terungkap dari catatan...