Lompat ke konten utama

Edisi

Edisi — 16 April 2024

32 berita

Edisi ini menampilkan berita pada tanggal 16 April 2024, diurutkan menurut nomor halaman koran (1–12).

August 2024

Kalender edisi August 2024. Tanggal tanpa berita ditandai merah dan tidak dapat dipilih.
Sen Sel Rab Kam Jum Sab Min
1 August 2024 2 August 2024 3 August 2024 4 August 2024 — tidak ada edisi
5 August 2024 6 August 2024 7 August 2024 8 August 2024 9 August 2024 10 August 2024 11 August 2024 — tidak ada edisi
12 August 2024 13 August 2024 14 August 2024 15 August 2024 16 August 2024 17 August 2024 — tidak ada edisi 18 August 2024 — tidak ada edisi
19 August 2024 20 August 2024 21 August 2024 22 August 2024 23 August 2024 24 August 2024 25 August 2024 — tidak ada edisi
26 August 2024 27 August 2024 28 August 2024 29 August 2024 30 August 2024 31 August 2024 — tidak ada edisi

Ada edisi Tidak ada edisi

TAUFIQ SIDIK PRAKOSO KLATEN—Kontestasi pilkada di sejum­lah wilayah Soloraya makin menggairah­kan dengan sudah munculnya penu­gasan resmi dari pengurus partai kepa­da sejumlah tokoh untuk maju seba­gai calon kepala daerah. Dewan Pengurus Pusat (DPP) Partai Golkar misalnya, sudah menunjuk Yoga Hardaya untuk maju sebagai calon bupati (cabup) dalam Pilkada Klaten 2024. Ketua DPD II Partai Golkar Klaten itu kini terus me­nyosialisasikan diri sebagai cabup. BERSAMBUNG ke Hal. 10 [Sambungan dari hal 1] Yoga yang juga Wakil Bupati Klaten ini saat berbincang de­ngan Espos, Senin (8/4/2024), mengatakan sosialisasi serta konsolidasi di internal tetap di­­perkuat. Terkait niatan parpol di Klaten yang tergabung dalam Koalisi Indonesia Maju pada Pilpres 2024 untuk melanjutkan gerbong koalisi hingga Pilkada, Yoga menegaskan hingga kini koalisi masih kompak. Dia menjelaskan parpol di Klaten yang tergabung dalam koalisi itu semuanya bera­da di bawah koordinasi de­ngan pengurus tingkat provinsi dan pusat partai masing-masing. “Tidak bisa memutuskan sendiri,” jelas dia. Sementara itu, baliho bergam­bar Yoga dengan tulisan “Bakal Cabup Klaten” bertebaran di berbagai wilayah. Sebagian ba­liho berisi ucapan Selamat Idul Fitri. Yoga membenarkan baliho-baliho itu dipasang atas inisiatif para sukarelawan. Di Sukoharjo, pengurus DPD II Partai Golkar Sukoharjo resmi mengajukan Harjanto sebagai calon bupati (cabup) ke DPP Partai Golkar dalam Pilkada Su­koharjo. Ketua DPD II Partai Gol­kar Sukoharjo, Sardjono me­ngatakan telah mengajukan na­ma Harjanto sebagai cabup ke DPP Partai Golkar awal April. “Kami telah mengenalkan so­sok Harjanto ke pengurus DPP Partai Golkar. Respons mereka bagus. Kalau bisa Partai Golkar menjadi partai pengusung bukan lagi partai pendukung dalam pilkada,” kata dia, Senin. Sardjono menjelaskan salah satu mekanisme di Golkar adalah survei untuk menakar tingkat elektabilitas dan popularitas ma­sing-masing figur cabup-cawabup. Dalam waktu dekat, tim khusus dari DPP Partai Golkar bakal turun ke setiap daerah un­tuk mensurvei peta elektoral se­kaligus elektabilitas. “Survei itu tidak hanya sekali, mungkin tiga kali dengan waktu yang berbeda-beda. Jadi, tergantung hasil survei nanti seperti apa karena wewenang pengurus DPP Partai Golkar,” ujar dia. Wakil Ketua DPRD Sukoharjo ini mengatakan sudah saatnya Partai Golkar menjadi partai pengusung cabup-cawabup dalam kontestasi Pilkada Sukoharjo. Namun demikian, Sardjono me­nyadari tak bisa mengusung sen­diri pasangan cabup-ca­wa­bup dalam pilkada. Artinya, Partai Golkar mutlak harus ber­koalisi dengan parpol lain un­tuk mengusung cabup-ca­wabup. “Di daerah berbeda di­banding pusat. Tergantung situasi, jika memungkinkan koalisi dengan partai di luar KIM [Koalisi Indonesia Maju], tidak masalah. Kami lihat du­lu perkembangannya seperti apa,” ujar dia. Sardjono menambahkan telah menjalin komunikasi dengan dua parpol yang memiliki kursi di DPRD Sukoharjo yakni PKB dan Partai Nasdem. PKB diproyeksikan memiliki tiga kursi dan Partai Nasdem memiliki satu kursi di parlemen. “Tim ka­­mi sudah melakukan lobi-lob­i politik. Insya Allah, untuk maju mengusung cabup-cawabup mininimal sembilan kursi sudah terpenuhi,” papar dia. Di Wonogiri, Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat Wonogiri, Wawan Haryono, saat dihubungi Espos, Senin, menyampaikan saat ini Partai Demokrat sudah mulai menjaring nama-nama yang akan diusung pada Pilkada Wonogiri 2024. Wawan menyampaikan setidaknya ada 12 nama tokoh yang masuk. Partai mengklasifikasi nama-nama tokoh itu menjadi tiga berdasarkan sepak terjang, pengalaman berpolitik, dan tingkat ketokohan di masyarakat. Saat ini Partai Demokrat sedang dalam masa penjajakan dan pendekatan dengan berbagai tokoh. Namun, Wawan masih enggan menyebutkan siapa saja tokoh-tokoh tersebut. Wawan mengaku Partai Demo­krat sangat berhati-hati melang­kah dalam menentukan siapa calon yang akan diusung. Partai akan mengkalkulasi koalisi partai pengusung cabup-cawabup Bupati mana yang bisa berdampak baik terhadap kontestasi Pemilu 2029 bagi Partai Demokrat ke­lak. Partai Demokrat bahkan ti­­dak memprioritaskan untuk ber­gabung dengan partai lain termasuk partai yang tergabung dalam koalisi pendukung capres-cawapres Prabowo-Gibran saat Pilpres 2024. Ketua DPD II Partai Golkar Wonogiri, Bondan Sejiwan Boma Aji, mengungkapkan sampai saat ini belum ada nama yang pasti akan dicalonkan sebagai cabup-cawabup Wonogiri. Pihaknya juga berkomunikasi dengan partai lain. Ketua DPC Gerindra Wonogiri, Suryo Suminto, menyampaikan tidak ada instruksi khusus dari partai untuk berkoalisi dengan partai pengusung pasangan Prabowo-Gibran. Partai hanya me­ngarahkan cabup-cawabup yang diusung dan koalisi partai yang diikuti jangan sampai berten­­tangan dengan Pilkada Gubernur 2024. Hal itu karena Partai Gerin­dra bakal mengusung Ketua DPD Gerindra Jawa Tengah, Sudaryo­no, sebagai calon Gubernur Ja­wa Tengah pada 2024. Hal senada diungkapkan Ke­tua DPC PDIP Wonogiri, Joko Sutopo. Dia mengungkapkan PDIP Wonogiri belum membuka pendaftaran untuk penjaringan dan penyaringan cabup-cawabup Wonogiri 2024. Yang jelas, pi­haknya akan membuka keran pendaftaran itu untuk eksternal maupun internal partai. “Kami belum membentuk panitia seleksi. Waktunya masih cukup panjang karena masa pendaftaran pasangan cabup-cawabup masih Agustus 2024. Kami tidak terburu-buru. Selain itu, kami juga terbuka un­tuk berkoalisi dengan siapa saja,” ujar dia. (Bony Eko Wicaksono/Muhammad Diky Praditia)

Utama ·

ADHIK KURNIAWAN SEMARANG—Masjid Raya Sheikh Zayed (MRSZ) Solo menjadi destinasi wisata yang menyedot kunjungan terbanyak kedua di Jawa Tengah selama libur Lebaran 2024. Hal ini terungkap dari catatan...