Lompat ke konten utama

Edisi

Edisi — 2 November 2016

104 berita

Edisi ini menampilkan berita pada tanggal 2 November 2016, diurutkan menurut nomor halaman koran (1–12).

November 2016

Kalender edisi November 2016. Tanggal tanpa berita ditandai merah dan tidak dapat dipilih.
Sen Sel Rab Kam Jum Sab Min
1 November 2016 2 November 2016 3 November 2016 4 November 2016 5 November 2016 6 November 2016
7 November 2016 8 November 2016 9 November 2016 10 November 2016 11 November 2016 12 November 2016 13 November 2016
14 November 2016 15 November 2016 16 November 2016 17 November 2016 18 November 2016 19 November 2016 20 November 2016
21 November 2016 22 November 2016 23 November 2016 24 November 2016 25 November 2016 26 November 2016 27 November 2016
28 November 2016 29 November 2016 30 November 2016

Ada edisi Tidak ada edisi

Kesehatan Masyarakat Ratusan Warga Colomadu Belum Punya Jamban COLOMADU—Ratusan warga Colomadu, Karanganyar belum mempunyai jamban keluarga, sehingga mereka membuang kotoran di sungai di sekitar mereka. “Di wilayah kerja Puskesmas Colomadu I saja masih ada 131 rumah yang belum mempunyai jamban. Ini tentu memprihatinkan,” ujar petugas Pelaksana Kesehatan Lingkungan Puskesmas Colomadu I, Taufik Hidayat ketika ditemui di Bolon, pekan lalu. Menurut dia, wilayah kerja Puskesmas Colomadu I meliputi Desa Ngasem, Bolon, Malangjiwan, Paulan, Gawanan dan Gajahan. Dari enam desa itu tiga di antaranya yaitu Ngasem, Bolon dan Malangjiwan dinilai masih banyak yang belum memiliki jamban keluarga. Dari ketiga desa itu Ngasem dinilai merupakan desa yang warganya paling banyak belum mempunyai jamban keluarga. Berdasar catatannya di Ngasem terdapat 55 rumah yang belum mempunyai jamban disusul Malangjiwan 54 rumah, dan Bolon 22 rumah. Terkait hal itu, dalam waktu dekat Ngasem akan mendapat bantuan atau subsidi dari pemerintah sebanyak 49 unit jamban dan kepala desa menambah satu unit. Taufik menjelaskan banyak warga khususnya di wilayah kerja Puskesmas Colomadu I belum sadar pentingnya jamban. Dikhawatirkan hal itu menjadi salah satu penyebab timbulnya penyakit. Secara terpisah Camat Colomadu, Yophy Eko Jatiwibowo mengatakan hal itu terjadi akibat kurangnya koordinasi antara penggawa desa, kader kesehatan, dan warga. Kondisi ini mengakibatkan warga masih banyak yang membuang kotoran di sungai. “Saat ini konstruksi jamban yang ada di beberapa rumah warga masih banyak yang langsung dibuang di sungai. Seharusnya kotoran dibuang ke septic tank sehingga tidak mencemari sungai,” ujar dia ketika dihubungi melalui telepon selulernya, Minggu (30/10). Yophy berharap mereka bahu membahu agar Colomadu segera bebas dari buang air besar sembarangan (BABS). Dia berpendapat pada dasarnya jika sosialisasi dilakukan intensif ke seluruh warga, mereka dinilai akan paham. Menurut dia, masyarakat sekarang dinilai sudah banyak yang sadar terhadap arti kesehatan. Sehingga jika komunikasi seluruh unsur terkait dan masyarakat lancar dinilai akan mampu menyelesaikan masalah. (Iskandar)

Karanganyar ·